JIKA SUAMI DAN ISTRI BERBEDA PENDAPAT DALAM PROSES MENDIDIK ANAK ???

Image

BAGAIMANA JIKA SUAMI DAN ISTRI BERBEDA PENDAPAT DALAM PROSES MENDIDIK ANAK ???

1. Faktor-faktor apa saja sih yang membuat seorang anak tidak mandiri secara mental dan fisik..?
Menurut pengalaman kami seorang anak akan cenderung tumbuh menjadi anak yang tidak mandiri apa bila:

• Terlalu banyak diberi kemudahan dalam memperoleh sesuatu, terlalu banyak di bantu, tidak pernah diberikan kesempatan untuk mencoba, tidak boleh berbuat salah, telalu banyak dilarang, terlalu banyak di bela apa bila bersalah, kurang di puji, selalu dipersalahkan, selalu di atur dan tidak memiliki kesempatan untuk memilih sesuai keinginanya.

• Seorang anak akan tidak mandiri secara fisik, jika terlalu dilindungi atau berada di lingkungan yang terlalu steril. Hal ini sesuai dengan prinsip kekebalan tubuh anak, apa bila anak tidak pernah mengalami sakit-sakit ringan maka sistem kekebalan tubuhnya tidak terlatih untuk berkembang.

2. Penetapan batas-batas toleransi melindungi mental dan fisik seorang anak.

Tentu saja segala sesuatu memiliki batas-batas toleransi agar bisa menjadi baik bagi anak kita. Misalnya saja untuk tingkat polusi udara ada batas-batas yang bisa di toleransi dan ada yang sudah di anggap bahaya, demikian juga dengan proses mendidik anak. Oleh karena itu buatlah batas-batas toleransi yang boleh dan tidak bagi anak. Intinya adalah bahwa apa bila suatu kondisi sudah membahayakan jiwa anak, maka perlu dilakukan tindakan-tindakan perlindungan dan pencegahan namun jika masih bisa di upayakan, maka persiapkan diri kita dalam kondisi siaga untuk menolong. Misalnya; pada saat anak berlatih untuk bisa naik dan turun tangga sendiri, maka persiapkan diri kita pada posisi jika seandainya anak kita jatuh maka di tempat itulah kita bersiaga untuk siap membantunya. Dan bukannya melarang ia untuk belajar naik dan turun tangga tsb.

Sekarang mari kita ambil contoh bagaimana kita bisa menjembatani dua keinginan yang berbeda; Misalnya Ibu ingin Haris di beri sedikit keleluasaan untuk bisa keluar rumah dan beradaptasi dengan lingkungan luar yang berdebu dan polusif. Sementara Suami ibu khawatir jika dia keluar rumah akan bergaul dengan anak lain yang prilakunya kurang terpuji serta takut terkena polusi asap dan debu.

Langkah yang tepat untuk menjembatani kondisi ini adalah dengan membuat sejumlah alternatif sebagai solusi kedua keinginan tersebut di atas; berikut adalah contoh-contoh alternatif solusi yang bisa kita ambil dan sepakati bersama;

1. Jika kita takut anak kita bergaul dengan anak yang berprilaku kurang baik, maka kita bisa memonitor setiap perubahan prilaku anak kita untuk bisa diluruskan kembali; Sebagai catatan; seorang anak perlu mengetahui sesuatu yang buruk agar ia bisa belajar tentang yang baik dan membedakan keduanya.
2. Aternatif ke dua, mengundang teman-temannya untuk bermain di rumah, jadi kita bisa memonitor proses yang sedang mereka lakukan bersama sekaligus bisa terbebas dari polusi asap dan debu.

3. Alternatif ke 3 mencari tempat bermain bersama yang tidak berdebu dan berasap; misalnya dengan bermain ke Taman sekitar rumah, atau mengajak anak bermain di “Play Ground” yang saat ini banyak terdapat di Mal-Mal.

4. Coba ibu pikirkan bersama suami alternatif apa lagi yang mungkin bisa menjembatani kedua keinginan tersebut..

Apa bila ibu dan suami mengubah pendekatan dalam mendidik anak menjadi sebuah pola menemukan dua keinginan yang berbeda lalu berfokus untuk menemukan alternatif-alternatif solusi yang disepakati bersama, maka perlahan-lahan konflik yang ibu hadapi dengan suami akan berubah menjadi sebuah kerjasama indah dalam mendidik Haris secara baik.

Sebagai tambahan ibu juga bisa membaca tulisan kami tentang 100 persoalan mendidik anak dalam buku kami yg berjudul AYAH EDY MENJAWAB, dapat diperoleh di Gramedia, Gunung Agung, Mizan Book Store atau face book Karima Educasi on line. Bukunya dapat di lihat di www.ayahkita.com

Silahkan ibu dan suami mencobanya; Rumusnya adalah; Jika saya mau, pasti saya Bisa melakukannya ! dan bukannya jika Saya bisa pasti saya mau melakukannya.!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s